Panitia Pengawas Pemilu, atau Panwaslu Jakarta Barat, menggerebek area untuk menyimpan brosur black campaign serta fitnah pada pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jalan Asem RW 08, Kelurahan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat malam, 10 Februari 2017.

Jumlah brosur yang disimpan dirumah kontrakan itu tidak tanggung-tanggung, yaitu 900 ribu eksemplar brosur. Bahkan juga, waktu dibawa ke kantor Panwaslu, brosur itu penuhi sampai dua truk.

Ketua Panwaslu Jakarta Barat, Puadi menyampaikan, dari hasil penelusuran serta info terduga pelaku, Novi, dengan kata lain Edo, ada lima type brosur berbau kampanye hitam, atau black campaign itu. “Lima type brosurnya, ” tuturnya pada Minggu malam, 12 Februari 2017.

Type awal, brosur fitnah dengan menjelekkan pasangan Anies Rasyid Baswedan serta Sandiaga Salahuddin Uno. Ke-2, brosur tokoh-tokoh dibalik Anies-Sandiaga, tetapi berisi berbau mencibir.

Ketiga, type brosur yang pada dasarnya mengangkat janji pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat serta segi positif keduanya. Brosur ke empat, bergambar Basuki dengan tulisan janji Anies serta Agus telah kami lunasi, buat apa geser dari Basuki?

Sedang brosur ke lima, masihlah sama desainnya dengan yang awal, cuma berisi sedikit tidak sama, tetapi dasarnya juga fitnah pada Anies-Sandiaga.

Puadi mengakui belum dapat menyimpulkan siapa orang, atau grup dibalik brosur itu. Panwaslu butuh mengecek serta memohon info terduga pelaku serta saksi-saksi.

Klarifikasi info dari terlapor (terduga pelaku) serta saksi-saksi Itu, kata Puadi, Panwaslu bakal melibatkan aparat penegak hukum. ” Ada sembilan yang kita mintai klarifikasi. Ini yang kita mintai klarifikasi berbarengan Kepolisian, ” katanya.

Baca Juga Tentang Harga di  : Temukan.id
Tags:
About Author: zaris man